Masih ingat social media
yang sempat booming
banget sebelum ada
Facebook dan Twitter?
Ya,
Friendster! Inilah social
media yang banyak digilai di Indonesia dan Asia
Tenggara. Sejak kehadiran
Facebook dan Twitter,
belakangan juga Google+,
social media ini seolah
tenggelam begitu saja. Untuk mengakali agar situs
itu tidak mati, maka mulai
25 April kemarin Friendster
mengubah formatnya
menjadi situs games online.
Situs yang pertama kali
dirilis pada 2002 ini sudah
mulai bertransformasi
pelan-pelan sejak bulan juni
tahun lalu. Mereka
mengumumkan kepada para membernya untuk segera
mengambil koleksi foto dan
data-data penting lainnya
pernah diunggah ke situs
itu. Secara perlahan, aplikasi
games mulai ditambahkan di
sana. Agaknya sudah sulit
untuk bersaing dengan
social media lain yang kini
tengah merajai dunia maya seperti Facebook dan
Twitter. Maka pemiliknya
mengubah format dari social
media menjadi situs games
online sosial, di mana para
user tetap bisa saling terhubung satu sama lain,
hanya dengan fokus
bermain games, bukan
sekedar berkenalan.
“Sejak memperbanyak
games, user kami setiap
bulan mengalami
peningkatan 50%,” ujar CEO
Ganesh Kumar Bangah dalam
pernyataan resminya. Mayoritas para user berasal
dari Singapura, Malaysia,
dan Filipina. Para user dapat
menggunakan avatar atau
foto diri mereka sendiri
dalam bermain. Tersedia lebih dari 50 jenis games
online yang bisa dimainkan
sambil chatting dan
transaksi perlengkapan
games. Salah satu games
andalan mereka adalah Boomz yang dimainkan lebih
dari 200.000 pemain. Namun
ini masih di bawah Facebook
yang satu games-nya bisa
dimainkan oleh 40 juta user.
yang sempat booming
banget sebelum ada
Facebook dan Twitter?
Ya,
Friendster! Inilah social
media yang banyak digilai di Indonesia dan Asia
Tenggara. Sejak kehadiran
Facebook dan Twitter,
belakangan juga Google+,
social media ini seolah
tenggelam begitu saja. Untuk mengakali agar situs
itu tidak mati, maka mulai
25 April kemarin Friendster
mengubah formatnya
menjadi situs games online.
Situs yang pertama kali
dirilis pada 2002 ini sudah
mulai bertransformasi
pelan-pelan sejak bulan juni
tahun lalu. Mereka
mengumumkan kepada para membernya untuk segera
mengambil koleksi foto dan
data-data penting lainnya
pernah diunggah ke situs
itu. Secara perlahan, aplikasi
games mulai ditambahkan di
sana. Agaknya sudah sulit
untuk bersaing dengan
social media lain yang kini
tengah merajai dunia maya seperti Facebook dan
Twitter. Maka pemiliknya
mengubah format dari social
media menjadi situs games
online sosial, di mana para
user tetap bisa saling terhubung satu sama lain,
hanya dengan fokus
bermain games, bukan
sekedar berkenalan.
“Sejak memperbanyak
games, user kami setiap
bulan mengalami
peningkatan 50%,” ujar CEO
Ganesh Kumar Bangah dalam
pernyataan resminya. Mayoritas para user berasal
dari Singapura, Malaysia,
dan Filipina. Para user dapat
menggunakan avatar atau
foto diri mereka sendiri
dalam bermain. Tersedia lebih dari 50 jenis games
online yang bisa dimainkan
sambil chatting dan
transaksi perlengkapan
games. Salah satu games
andalan mereka adalah Boomz yang dimainkan lebih
dari 200.000 pemain. Namun
ini masih di bawah Facebook
yang satu games-nya bisa
dimainkan oleh 40 juta user.

Poskan Komentar